Showing posts with label Elektronika. Show all posts
Showing posts with label Elektronika. Show all posts

Sunday, 21 September 2014

Tips Memilih Timah Solder

Kimazuki

Tips Memilih Timah Solder - Poetry3- Sobat Poetry3 tau nggak Tips Memilih Timah Solder ??? Kalo nggak salah sih ada beberapa faktor yang menentukkan kualitas Timah Solder, antara lain alat solder yang digunakan, kecakapan menyolder (Ini yang penting) dan jenis timah solder. Dipasaran, tersedia berbagai macam jenis timah solder dengan spesifikasi yang berbeda-beda, dan tentu saja diperuntukkan bagi pekerjaan yang berbeda. Didalam menentukan pilihan jenis timah solder yang tepat, perlu diketahui sekilas tentang karakteristik utama timah solder dan faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristiknya.

Tips Memilih Timah Solder


Karakteristik timah solder ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu komposisi campuran logam dan jenis flux yang terkandung didalam timah solder.

Tips Memilih Timah Solder Berdasarkan Komposisi Campuran Timah Solder :

Timah solder terbuat dari lebih dari satu campuran jenis logam, atau dikenal dengan istilah alloy. Dua jenis logam yang lazim digunakan dibidang elektronika adalah timah (Sn) dan timbal (Pb), dengan berbagai macam perbandingan campuran. Perbandingan campuran ini dinyatakan melalui angka persentase perbandingan timah/timbal (Sn/Pb), sebagai contoh 60/40 dan 63/37. Jenis logam lain, seperti perak (Ag) dan tembaga (Cu), juga dapat ditambahkan dalam jumlah kecil (dikisaran 1% - 2%) untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu.
Perbandingan campuran timah dan timbal sangat mempengaruhi karakteristik timah solder, antara lain kekuatan sambungan solder, kelancaran aliran timah solder cair, titik lebur timah solder dan mekanisme perubahan wujud timah solder dari padat menjadi cair atau sebaliknya.

Tips Memilih Timah Solder Berdasarkan Kekuatan Sambungan Solder :

Kekuatan sambungan solder dinyatakan melalui dua parameter, yaitu kekuatan tarik (tensile strength) dan kekuatan robek (shear strength). Kekuatan tarik dan robek timah solder dengan perbandingan campuran 60/40 adalah 52MPa dan 39MPa, sedangkan untuk perbandingan campuran 63/37 adalah 54MPa dan 37MPa.
Dapat dilihat bahwa perbedaan kekuatan sambungan solder antara timah solder dengan perbandingan campuran 60/40 dan 63/37 tidaklah signifikan. Kedua perbandingan campuran ini, dari sudut kekuatan sambungan solder yang dihasilkan, penggunaan ini cocok untuk digunakan dibidang elektronika.
Perlu ditambahkan bahwa kekuatan dan kualitas sambungan solder dapat ditingkatkan dengan menambahkan campuran logam perak dalam jumlah kecil (berkisar diantara 1% - 2%).

Tips Memilih Timah Solder berdasarkan Aliran Timah Solder Cair :

Kelancaran aliran timah solder cair, atau dikenal dengan istilah wetting, ialah kemampuan timah solder cair untuk membasahi permukaan benda yang disolder. Of Course, semakin lancar aliran timah solder cair, semakin mudah bagi timah solder cair untuk membasahi permukaan benda yang akan disolder, sehingga sambungan solder yang dihasilkan menjadi lebih baik. Sebaliknya, jika ada aliran yang tidak baik malah akan menghasilkan sambungan solder yang lebih tebal atau jika terlalu parah malah membentuk gumpalan timah solder yang tidak menempel.
Timah solder dengan perbandingan campuran 63/37 memiliki kelancaran aliran yang sedikit lebih baik dari pada timah solder dengan perbandingan campuran 60/40. Untuk pekerjaan dibidang elektronika dengan sambungan yang kecil dan rapat, seperti penyolderan komponen Surface Mount Device (SMD), disarankan untuk menggunakan timah solder dengan perbandingan campuran 63/37 untuk mengurangi resiko gumpalan solder menjembatani kaki-kaki komponen yang berdekatan dan untuk memastikan kaki komponen tersolder dengan sempurna dan rapi.
Timah solder dengan perbandingan campuran 60/40 dapat digunakan untuk pekerjaan yang menuntut sambungan solder yang lebih kokoh, seperti penyolderan kabel atau konektor yang berukuran sedang sampai besar. Diharapkan sambungan solder yang dihasilkan akan lebih tebal dan, tentu saja, akan lebih kuat.
Kelancaran aliran timah solder cair dapat ditingkatkan dengan menambahkan campuran logam tembaga dalam jumlah kecil (berkisar diantara 1% - 2%).

Titik Lebur dan Mekanisme Perubahan Wujud Timah Solder

Tips Memilih Timah Solder - Timah solder dengan perbandingan campuran 60/40 mempunyai titik lebur 183°C - 188°C, dimana pada suhu 183°C timah solder memasuki fasa plastis (melting solidus) dan kemudian mencair dengan sempurna pada suhu yang lebih tinggi dari 188°C (temperature liquidus). Begitupun sebaliknya, perubahan wujud dari cair menjadi padat juga melalui fasa plastis pada rentang suhu yang sama. Pada fasa ini, pergerakan pada benda yang disolder akan mengubah bentuk dan merusak sambungan solder.
Sebaliknya, jika timah solder dengan perbandingan campuran 63/37 mempunyai sifat eutectic, dimana perubahan wujud timah solder tidak melalui fasa plastis. Oleh karena itu, penggunaan timah solder eutectic dapat mengurangi terjadinya kerusakan sambungan solder yang diakibatkan oleh pergerakan benda sewaktu disolder. Sebagai tambahan, titik lebur timah solder eutectic berada pada satu titik suhu, yaitu 182°C, dan tidak berupa rentangan suhu. Titik lebur ini juga merupakan suhu terendah yang dapat dicapai oleh campuran murni timah dan timbal.
Jika benda yang disolder sulit untuk distabilkan secara mekanikal atau sangat sensitif terhadap suhu tinggi, seperti komponen SMD yang berukuran kecil, disarankan untuk menggunakan timah solder dengan perbandingan campuran 63/37.
Penambahan campuran logam tembaga dalam jumlah yang kecil (berkisar diantara 1% - 2%) dapat menurunkan titik lebur timah solder.

Flux

Flux merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses penyolderan. Flux adalah senyawa yang bersifat korosif dan berfungsi untuk menghilangkan lapisan oksidasi dari permukaan benda yang disolder, mencegah pembentukan lapisan oksidasi baru saat disolder dan menurunkan ketegangan permukaan (surface tension) timah solder cair.
Lapisan oksidasi menghalangi timah solder membasahi permukaan benda yang disolder, akibatnya adalah sambungan solder tidak menempel, atau dikenal dengan istilah cold joint. Sedangkan ketegangan permukaan yang lebih rendah akan memudahkan timah solder cair untuk mengalir membasahi permukaan benda yang disolder. Akibat lain dari kesalahan penggunaan flux adalah timah solder cair lengket dan tertarik oleh ujung alat solder, sehingga sambungan solder tidak rata dan berujung runcing.

Jenis-Jenis Flux

Flux, berdasarkan jenisnya, dapat digolongkan kedalam dua kategori, yaitu rosin dan senyawa asam (acid). Rosin terbuat dari getah pohon pinus atau konifer yang telah dibersihkan dan diolah. Flux senyawa asam haruslah dicuci bersih setelah proses penyolderan. Jika tidak, sisa flux yang tertinggal dan bersifat korosif akan merusak sambungan solder, kaki komponen dan permukaan papan cetak. Flux jenis ini juga bersifat menarik uap air dari udara sekitar (hygroscopic) dan jika dibiarkan akan menyebabkan arus pendek pada rangkaian elektronika.
Rosin, disisi lain, hanya aktif bekerja saat dipanaskan dengan alat solder. Setelah proses penyolderan selesai, flux rosin yang telah dingin kembali menjadi tidak aktif, tidak konduktif dan tidak korosif, sehingga dapat dibiarkan tinggal dipermukaan sambungan solder dan papan cetak tanpa perlu dicuci (no-clean flux). Selain flux rosin alami yang berasal dari getah pohon pinus, juga terdapat flux rosin buatan (synthetic rosin) dengan karakteristik menyerupai flux rosin alami.
Flux juga dapat dikategorikan berdasarkan tingkat keaktifannya, yaitu tidak aktif (inactive), aktif ringan (mildly active), aktif (active) dan sangat aktif (highly active). Flux tidak aktif hanya mencegah terbentuknya lapisan oksidasi baru saat sedang disolder. Sedangkan flux lainnya, selain mencegah, juga dapat membersihkan lapisan oksidasi yang telah terbentuk. Flux yang lebih aktif mampu membersihkan lapisan oksidasi yang lebih tebal dan noda-noda lain. Akan tetapi karena bersifat lebih korosif, flux jenis ini harus dibersihkan setelah proses penyolderan.
Kaki-kaki komponen elektronika yang baru lazimnya telah dilapisi dengan timah solder (tinned) dan dalam keadaan bersih. Oleh sebab itu, tidak diperlukan flux yang terlalu aktif. Flux yang tepat untuk digunakan dibidang elektronika adalah jenis rosin atau rosin sintetik aktif ringan yang tidak perlu dibersihkan (no-clean flux).

Flux Tambahan

Timah solder, terutama yang digunakan dibidang elektronika, sudah mengandung flux yang diisikan kedalam sejumlah saluran ditengah-tengah kawat timah solder (multi-core). Jumlah flux yang terkandung di dalam timah solder jenis ini biasanya berkisar diantara 1% - 4%, tergantung kepada jenis flux-nya. Jumlah saluran yang lebih dari satu ditujukan untuk memperbaiki dan meratakan penyebaran flux keseluruh permukaan benda yang disolder.
Flux tambahan juga tersedia dipasaran dan dapat dipakai jika benda yang disolder terlalu kotor dan timah solder cair gagal menempel. Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk menggunakan flux tambahan, usahakan terlebih dahulu untuk membersihkan permukaan benda yang kotor dengan menggunakan sabut nilon atau ampelas yang sangat halus. Jika penggunaan flux tambahan tidak bisa dihindarkan, pastikan sisa-sisa flux dibersihkan setelah proses penyolderan.

Diameter Kawat Timah Solder

Ukuran diameter kawat timah solder yang tepat ditentukan oleh besar kecilnya sambungan solder yang dikerjakan. Sambungan solder yang kecil, seperti untuk komponen SMD, hanya membutuhkan sedikit timah solder. Agar jumlah timah solder yang dilelehkan dapat diatur dengan akurat dan menghindari kelebihan timah solder yang dapat menjembatani sambungan solder yang rapat, timah solder yang digunakan haruslah mempunyai diameter kawat kecil, yaitu 0,4mm - 0,5mm.
Begitupun sebaliknya, jika sambungan solder yang dikerjakan berukuran besar, agar dapat melelehkan lebih banyak timah solder dengan cepat, sebaiknya menggunakan timah solder dengan diameter kawat lebih besar, yaitu 0,8mm - 1mm.
Untuk komponen standar, dapat digunakan timah solder dengan diameter kawat 0,5mm -0,8mm, sesuai dengan kebiasaan atau persediaan yang ada.

RoHS

RoHS 

Restriction of Hazardous Substances Directive (RoHS) adalah kebijaksanaan pembatasan penggunaan unsur berbahaya yang dikeluarkan oleh Uni Eropa dan mulai berlaku awal Juli 2006. Timbal termasuk didalam daftar unsur berbahaya yang dibatasi pemakaiannya bagi produk elektronika komersial yang dibuat dan dipasarkan di wilayah Uni Eropa.

Lead Free 

Sebagai pengganti, telah dikembangkan timah solder bebas timbal (lead-free). Komposisi yang populer digunakan saat ini adalah campuran logam timah, perak dan tembaga dengan berbagai macam perbandingan campuran. Perbandingan campuran eutectic untuk jenis timah solder ini, menurut NIST, adalah 95,6/3,5/0,9 dengan titik lebur 217°C. Perbandingan campuran lain yang lazim dan banyak tersedia dipasaran adalah 96,5/3,0/0,5 dengan titik lebur 217°C - 220°C.
Karena titik lebur timah solder bebas timbal sekitar 35°C - 40°C lebih tinggi dari pada timah solder biasa, diperlukan alat solder dengan spesifikasi suhu yang lebih tinggi. Selain itu, komponen elektronika yang sensitif terhadap suhu tinggi menjadi lebih rawan terhadap kerusakan. Sambungan solder yang dihasilkan pun terlihat tidak mengkilap sehingga sulit membedakan antara sambungan solder yang baik dan tidak baik. Karena itu, bagi pemula yang sedang mengasah keterampilan menyolder disarankan tidak menggunakan timah solder bebas timbal.
Untuk mendapatkan titik lebur yang lebih rendah, timah solder bebas timbal dapat dicampur dengan logam indium atau bismuth. Selain itu, campuran logam bismuth juga berfungsi memperbaiki kelancaran aliran timah solder cair.

Ringkasan Rekomendasi

Tips Memilih Timah Solder - Untuk komponen elektronika standar, gunakan timah solder dengan perbandingan campuran 60/40 atau 63/37. Pilihlah timah solder berdiameter 0,5mm - 0,8mm, tergantung dari besar kecilnya sambungan solder yang dikerjakan. Pastikan timah solder tersebut mempunyai saluran majemuk berisikan flux rosin atau rosin sintetik aktif ringan yang tidak perlu dibersihkan (no-clean flux).
Untuk komponen SMD yang berukuran kecil dengan kaki rapat, gunakan timah solder eutectic dengan perbandingan campuran 63/37. Pilihlah timah solder berdiameter 0,5mm dengan saluran majemuk yang berisikan flux rosin atau rosin sintetik aktif ringan yang tidak perlu dibersihkan (no-clean flux). Timah solder dengan tambahan kandungan logam tembaga juga dapat digunakan, karena mempunyai aliran timah solder cair yang lebih baik dan titik lebur yang lebih rendah.
Jika permukaan benda yang disolder terlalu kotor, coba bersihkan terlebih dahulu. Jika terpaksa, gunakan flux tambahan yang lebih aktif, tetapi jangan lupa untuk membersihkan sisa flux setelah disolder.
Jika ingin mengikuti peraturan RoHS, gunakan timah solder bebas timbal yang mengandung campuran logam timah, perak dan tembaga dengan perbandingan campuran 96,5/3,0/0,5 atau jika mudah didapatkan, perbandingan campuran eutectic 95,6/3,5/0,9. Bagi pemula tidak disarankan untuk menggunakan timah solder bebas timbal.

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya, jangan lupa baca artikel lainnya atau comment pada artikel saya Tips Memilih Timah Solder atau bisa juga pada artikel lainnya, Semoga anda dapat mempraktekkan apa yang saya sampaikan, Terimakasih dan Sampai Jumpa

Monday, 15 September 2014

Cara Membuat Powerbank

Kimazuki
Cara Membuat Powerbank - Poetry 3 - Di Toko Elektronik memang sudah banyak berbagai macam tipe dan bentuk Power Bank, dengan harga yang bervariasi dan canggih, tapi adakah dari teman teman poetry3 yang memiliki niat untuk mencoba membuat power bank sendiri, untuk mengisi atau charging Smartphone anda??, dimana kebutuhan akan koneksi internet saat ini luar bisa seperti harus ada dimanapun kita berada, pasti dengan konektivitas yang tinggi maka battery Hp kita akan cepat terkuras, oleh karena itu bagi teman teman yang berkeinginan kuat untuk membuat power bank sendiri dengan barang barang yg ada disekitar kita dan mudah didapat,  maka langkah langkah berikut ini dapat dicoba:

Langkah Cara Membuat Powerbank :


1. Siapkan peralatan berikut :

Cara Membuat Powerbank

dari gambar diatas kita bisa menyiapkan berbagai macam peralatan seperti tang pemotong kabel, obeng plus dan minus, solder, timah (Tinol), battery ( diusahakan yang dapat diisi ulang) yang bagus merek envelope karena mAHnya besar, lalu Box atau casing, tempat battry isi 4 ( 2 Buah), saklar ON/OFF, terminal kabel, lem tembak dan yang terakhir adalah alat yg digunakan untuk melakukan proses carging di mobil (Car Charging).


Cara Membuat Powerbank  Cara Membuat Powerbank
Cara Membuat Powerbank  Cara Membuat Powerbank
Cara Membuat Powerbank  Cara Membuat Powerbank

2. Setelah semua peralatan sudah siap maka langkah selanjutnya kita siap untuk membuat power bank, ambil bagian yang biasa digunakan untuk charging hp di mobil, kemudian bongkar dan ambil rangkaian PCB didalamnya, seperti gambar dibawah ini :

Cara Membuat Powerbank

setelah itu ambil PCB yang tertanam didalamnya, PCB ini lah yang akan kita gunakan untuk menurunkan tegangan atau istilahnya DC to DC Converter, lalu kita seting PCB tersebut di dalam Casing yang sudah kita siapkan, kita dapat menggunakan glue gun atau lem tembak untuk menempelkan PCB kedalam Casing,  seperti gambar dibawah ini :
Cara Membuat Powerbank Cara Membuat Powerbank
Cara Membuat Powerbank  Cara Membuat Powerbank

3. Langkah kemudian kita siap untuk melakukan proses wiring komponen dengan menggunakan kabel-kabel tambahan, kita hubungkan kabel berwarna biru yang merupakan kabel (+) dengan kabel warna merah dan kabel warna kuning yang merupakan kabel (-) dengan kabel warna hitam, kabel positif atau yang berwarna merah kita hubungkan dengan switch ON/OFF, lalu kita koneksikan kabel tersebut dengan terminal kabel seperti gambar dibawah ini :

Cara Membuat Powerbank  Cara Membuat Powerbank
Cara Membuat Powerbank  Cara Membuat Powerbank
Cara Membuat Powerbank

4. Setelah proses wiring selesai maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian rangkaian, cara pengujian dapat kita lakukan dengan menghubungkan rangkaian dengan power supply DC 10V dan hubungkan dengan Smartphone kita, seperti pada gambar dibawah ini :

Cara Membuat Powerbank    Cara Membuat Powerbank

5. Jika proses charging dapat berlangsung dengan sempurna, selamat…!!! Power Bank baru anda sudah jadi, tapi ini belum selesai, kita harus menggantikan Power Supply DC tersebut dengan battery, dalam hal ini alat yang saya buat menggunakan 8 buah batter yang dapat diisi ulang (700 mAH) kenapa saya memilih (700 mAH) ya karena pertimbangan harga, lebih murah he…he…he…maklum hanya untuk eksperimen, akan tetapi saya tidak menganjurkan pemilihan battery ini ya teman teman karena pasti akan cepat habis pada saat digunakan ( Ingat ini hanya percobaan ) jadi kalau mau dipakai real untuk kebutuhan teman teman, alangkah baiknya teman teman menggunakan battery dengan mAH yg lebih besar dari yg saya buat seperti envelope, dengan mempertimbangkan keamanan masing masing Hp yang teman teman punyai ( dengan kata lain mAH yg sesuai dengan kapasitas battery teman teman, biar awet saja battery hp teman teman) oke saatnya kita memasukan battery kedalam power bank seperti gambar dibawah ini :

Cara Membuat Powerbank

Karena saya menggunakan tempat battery yang berisi 4 maka kedua buah tempat battery tersebut saya gabungkan secara seri agar mendapatkan nilai tegangan sebesar +/- 9 V, jadi ke 8 buah battery tersebut saya susun seri.


Cara Membuat Powerbank

lalu kita rangkai battery tersebut dengan menghubungkan kabel (+) battery kita sambungkan kedalam terminal kabel yang berisi kabel berwarna merah, lalu kabel (-) battery kita sambungkan kedalam terminal kabel yang berisi kabel berwarna hitam.

PROSES UNTUK MELAKUKAN ISI ULANG BATTERY SILAHKAN SOBAT Poetry3 LIHAT GAMBAR DIBAWAH INI…!

Proses Charging

digambar sudah saya jelaskan untuk pembuatan sistem pengisian battery, harap diperhatikan gambarnya dengan rinci!!!

Untuk dapat mengisi ulang battry power bank tersebut jangan lupa tarik kabel kebelakang juga menuju terminal kabel yang kedua yang letaknya dibelakang battery, yang berfungsi untuk mengecas ulang battery power bank nya ( dan perlu diingat untuk melakukan proses pengecasannya sesuaikan dengan tegangan battery yang teman teman pakai, bisa search di google untuk standar pengecasan agar sesuai dengan tegangan kerja). Dapat dilihat pada gambar diatas!!

Cara Membuat Powerbank

6. Setelah semua proses kita lakukan saatnya melakukan percobaan ke Smartphone yang kita miliki seperti gambar dibawah ini :

Cara Membuat Powerbank

Terimakasih telah membaca artikel saya Cara Membuat Powerbank, Artikel ini dapat anda praktekkan dirumah dan jika ada masalah/saran anda dapat berkomentar di kotak komentar dibawah artikel ini!! Jangan lupa untuk mengklik iklan saya!! :) Itung-itung amal boss!!

Sunday, 14 September 2014

Membuat Saklar Otomatis dengan LDR

Kimazuki
Membuat Saklar Otomatis dengan LDR
Membuat Saklar Otomatis dengan LDR - Poetry3 - Bosen dengan artikel saya yang gtu-gtu aja??? Kalo IYA maka anda harus baca artikel saya yang berjudul Membuat Saklar Otomatis dengan LDR dijamin pasti sobat Poetry3 akan dapet informasi yang up to date!!!

Kali Ini saya akan memberitahu tentang Membuat Saklar Otomatis dengan LDR, caranya pun cukup gampang!!! dan banyak fungsinya!! Sebagai perumpamaan sebagai berikut :

Sobat poetry3 akan pergi dalam waktu yang lama, seperti saat ada lebaran/idul fitri tentu anda yang akan pergi ke rumah saudara, Mungkin sebagian dari kita akan mudik meninggalkan rumah tercinta buat silaturahim kepada orang tua / saudara, dan teman-teman di kampung halaman. Pasti rumah akan kosong karena sekeluarga ikut semua. Nah, urusan lampu rumah gimana ? terutama lampu luar / jalan ? mau dimatikan berarti sekeliling rumah gelap gulita, rawan pencuri!!!! mau di hidupkan terus juga disamping boros listrik juga malah mengundang perhatian kalau rumah itutak berpenghuni!!! Ihh...Sereeem!!!

Solusinya adalah Membuat Saklar Otomatis dengan LDR. Jadi, jika hari sudah mulai gelap lampu akan menyala sendiri dan kalau hari sudah mulai pagi maka lampu akan mati sendiri. Di pasaran juga sudah banyak dijual saklar seperti ini dengan berbagai model dan bentuk. Juga ada yang sudah include fitting lampunya. Namun tak salah jika poetry3 ikut sharing eksperimen Membuat Saklar Otomatis dengan LDR sederhana yang murah meriah. Terutama bagi yang hobi eksperimen dan suka otak-atik. Biaya pembuatannya pun relatif murah (tak lebih dari 20 ribuan) ! Tentu lebih Bangga Buatan Sendiri daripada beli kan???

Rangkaian ini juga sangat sederhana dengan sedikit komponen serta mudah didapat ditoko elektronik, dan tidak perlu membuat PCB khusus karena dapat langsung dirakit pada PCB lubang (Vero Board) atau juga bisa dengan Bread Board (PCB Tancap). Inti dari rangkaian ini adalah LDR (Light Dependent Resistor) atau resistor peka cahaya jadi LDR bukan Long Distance Relationship ya!!. Jadi resistor ini akan bernilai beberapa mega ohm saat tak mendapat cahaya dan akan merosot menjadi beberapa ratus ohm.... dan jika LDR terkena cahaya, dan semakin kuat cahayanya resistansinya pun akan semakin kecil.


                                                                        PERINGATAN!!!! 
 Membuat Saklar Otomatis dengan LDR





RANGKAIAN ELEKTRONIK KALI INI LANGSUNG TERHUBUNG DENGAN LISTRIK 220V. UNTUK WADAH RANGKAIAN INI GUNAKAN ISOLATOR BERUPA PLASTIK ATAU YANG LAINNYA!!!!!

SKEMA RANGKAIAN : 

Membuat Saklar Otomatis dengan LDR

Maaf jika gambar kurang Jelas, soalnya pake kamera 2 MP NOKIA 210

Cara Memasang harus Diseri dengan Saklar Lampunya, sehingga lampu dapat dimatikan secara manual :)
Pemasangan bisa di titik dekat lampu atau bisa juga di titik dekat saklar. Pilih yang paling mudah dan memungkinkan.Yang perlu diperhatikan adalah penempatan LDR. Usahakan sensor LDR menghadap ke cahaya luar (matahari) dan usahakan tidak terkena cahaya lampu sendiri atau lampu lain di tempat tersebut.

Bahan - Bahan :

  •  Dioda 1N 4007 sebanyak 4 buah,
  •  Resistor 1M ohm sebanyak 2 buah (1 untuk cadangan),
  •  Resistor 33k sebanyak 2 buah (1 untuk cadangan),
  •  SCR FIR3D sebanyak 2 buah (1 untuk cadangan), dan yang terpenting yaitu
  •  LDR besar 5mm (Light Dependent Resistor)  sebanyak 2 buah (Dipararel saja agar lebih peka).



Terimakasih telah membaca artikel saya yang berjudul Membuat Saklar Otomatis dengan LDR, LDR biasanya disebut juga dengan photocell / photoresistor perbedaan ini bukan berarti produknya beda!! 
So, Goodbye see you next time!

Friday, 12 September 2014

Membuat Rangkaian Paralel dan Seri menggunakan Lampu LED

Kimazuki
Membuat Rangkaian Paralel dan Seri menggunakan Lampu LED - Poetry3 - Halo, Sobat Poetry3 tidak tahan untuk menyolder??? Kalo ya pasti kalian harus coba Pengalaman saya tentang  Membuat Rangkaian Paralel dan Seri menggunakan Lampu LED, dijamin pasti seru n Baru!!!

Rangkaian Paralel dan Seri menggunakan Lampu LED
Ini pengalaman saya sewaktu duduk di bangku SD, dimana saya mencoba membuat Rangkaian LED agar menjadi sebuah Huruf atau angka dengan menggunakan rangkaian Seri dan Paralel di mana alat dan bahan - bahan nya sangat mudah di dapat dan harganya pun terjangkau.


Membuat Rangkaian Paralel dan Seri menggunakan Lampu LED


Alat dan Bahan Yang di Butuhkan (Materials) :
  1. Papan PCB berlubang (Vero Board) Kalo loe tinggal di wates bs cari di Kurnia Baru!!
  2. 200 buah atau Lebih  LED ( Light Emitting Diode )
  3. Kabel secukupnya (Perkiraan 1,2 Meter)
  4. Adaptor 12 Volt DC bisa Pakai AKI
  5. Solder Listrik
  6. Timah untuk mematri LED (Tinol)
  7. Resistor 20 ohm
             Sebelum kita memulai proses Membuat Rangkaian Paralel dan Seri menggunakan Lampu LED, saya akan menjelaskan  tentang Rangkaian tersebut, karena setiap rangkaian ini memiliki perbedaan
Seperti Contoh saya di gambar, saya menyusun Led menjadi huruf  "TN" dengan rangkaian Paralel dan Seri.

   Dalam memasang LED menjadi Rangkaian Paralel harus kita perhatikan Anoda dan Catoda nya, dalam rangkaian ini Semua kaki Anoda di hubungkan dengan kaki Anoda yang lainya (di lambangkan dengan Garis Merah muda ).
sedangkan untuk semua Kaki Catoda di hubungkan juga Kaki Catoda lain ( di lambangkan dengan garis Biru ).
Untuk Rangkaian Paralel hanya di butuhkan sekitar 3 s/d 7 (Volt Pakai Batre juga bs)
dan jika salah satu LED yang sudah di pasang mati atau rusak maka tidak mempengaruhi LED lain ( Led lain tetap menyala )

Membuat Rangkaian Paralel dan Seri menggunakan Lampu LED


Dalam Menyusun Rangkaian LED Seri hanya menghubungkan Kaki Catoda dengan Anoda LED lain sehingga terlihat seperti saling sambung - menyambung terlihat seperti gambar di bawah ( di tandai dengan garis Biru ).
Tegangan yang di butuhkan untuk menghidupkan Led Rangkaian Seri sangat besar, berkisar 12 Volt, dan ketika kita menghidupkannya dengan tegangan 12 volt, Led tersebut tidak akan menyala Rata,
misalkan pada rangkaian di bawah, maka pada bagaian huruf "T" akan menyala terang, sedangkan untu huruf "N" akan menyala sedikit redup bahkan adapula Led yang mati. ini lah kekurangan yang di miliki Rangkaian Seri pada Membuat Rangkaian Paralel dan Seri menggunakan Lampu LED.



Membuat Rangkaian Paralel dan Seri menggunakan Lampu LED
Cara Membuat Rangkaian Paralel dan Seri menggunakan Lampu LED :

  1. Susunlah LED yang sudah kamu sediakan menjadi Huruf atau Nomor yang kamu inginkan sesuai Rangkaian di atas, susunlah kedalam PCB berlubang dengan teliti dan ingat dalam menyusun rangkaian di atas harus memperhatikan kaki Anoda dan Catodanya .
  2. Setelah semua tersusun dengan rapih dan sesuai dengan keinginanmu, gunakan Solder dan timah untuk mematri Led demi Led tersebut  dan juga untuk menghubungkan setiap LED dengan LED lain.
  3. Jika kamu akan membuat beberapa Angka atau Nomor maka untuk menyambungkannya di gunakan kabel sebagai penghubung. untuk rangkaian paralel kabel yang di hubungkan harus sesuai dengan sumbernya, contoh ujung kaki anoda di Huruf "T" harus di sambung ke kaki Anoda Huruf "N".
    tetapi untuk rangkaian Seri hanya menyambungkan kabel dari ujung kaki Catoda "T" ke kaki Anoda "N".
  4. Pasanglah Resistor pada bagian Positif  rangkaian, agar mencegah terjadinya kerusakan pada LED apabila tegangan yang di berikan terlalu besar.
  5. Setelah semua selesai Tes lah rangkaian Paralel tersebut dengan Adaptor / AKI 12 Volt DC, aturlah posisi tegangan ke 3 Volt. Amatilah nyala lampu apakah Terang atau redup, jika Redup naikan menjadi 4,5  Volt atau lebih besar lg. dan jika di dalam rangkaian terdapat salah satu LED mati cobalah untuk
    memeriksan nya terlebih dengan adaptor, dan jika LED tersebut mati, maka gantilah LED tersebut.
  6. Untuk mengetes Rangkaian Seri sama seperti di atas yaitu hubungkan kabel positif Adaptor ke sisi Anoda yang sudah di beri Resistor dan Kutub Negatif ke Kaki Catoda, atur posisi Adaptor dari 3 s/d 12 Volt perhatikan nyala Led apakah terang sebagian atau redup.
    dan jika salah satu Led mati, maka LED di belakangnya pun akan ikut mati, jadi kamu harus memeriksa Led yang mati tersebut.
          Dalam Membuat Rangkaian Paralel dan Seri menggunakan Lampu LED, kita bisa menghubungkannya dengan Rangkaian lain, seperti Rangkaian Lampu Flip-Flop, Running LED, dan masih banyak lagi. Terimakasih telah membaca artikel poetry3!!! Dilarang COPAS!!! DMCA Takedown !!!!
CopyScape too!!

Cara Membuat Jam Digital Sederhana

Kimazuki
Cara Membuat Jam Digital SederhanaCara Membuat Jam Digital Sederhana - Poetry3 - Sehabis pulang sekolah kemarin, saya beres - beres kamar yang udah berantakan (kaya kena tornado), kertas bertebaran dimana - mana. Jujur, saya termasuk orang yang terlalu malas untuk membersihkan kamar sendiri, hehe. Ketika lagi bersihin dalam lemari, saya nemuin beberapa barang yang tersisa dari Pembuatan Saklar Lampu LDR,dan Praktek saya yang lain. Ada Adaptor, solder, bor, papan pcb, display 7 Segment, beberapa IC (Intergrated Circuit) dan komponen elektronika lainnya seperti resistor, transistor, kapasitor, dioda dan komponen lain yang sepertinya masih bisa berfungsi.
Melihat barang-barang itu, sayang kalo mau dibuang. Tapi kalo ga dibuang buat belajar jadi nggak konsen. Tiba-tiba saya mendapat ide untuk Cara Membuat Jam Digital Sederhana

Muncul ide untuk ngebuat komponen tadi menjadi sebuah jam digital sederhana. Sepertinya mudah. Mengingat saya sering browser di Internet, muncullah tutorial jam digital dengan IC TTL 74390 dan IC 7447 yang membutuhkan IC cukup banyak, yaitu lebih dari 10 buah IC. Dimana terdapat 3 buah IC 74390 sebagai counter, 6 buah IC 7447 sebagai dekoder dari counter ke tampilan seven segment, dan IC gerbang logika OR dan AND untuk mengatur reset jam.

Sekarang saya ingin membuat jam digital yang lebih sederhana dengan IC 4026 tanpa menggunakan program mikrokontroler. Saya ingin membuat jam digital dengan 6 digit seven segment, (hh:mm:ss) jam : menit : detik.
Dengan menggunakan IC 4026 kita memerlukan 6 buah IC 4026 dan sebuah IC 74LS11.



Cara Membuat Jam Digital Sederhana



IC 4026 ini berfungsi untuk menyederhanakan penggunaan dekoder desimal ke biner atau 7-segmen decoder pada rangkaian counter/pencacah. Sehingga kita tidak memerlukan IC 7447 lagi. Output dari IC ini adalah active ‘high” sehingga dibutuhkan 7 segmen yang komon katoda (negatif). Dan IC 74LS11 merupakan gerbang logika dengan 3 input, yang berfungsi untuk mengatur reset jam. Dengan demikian jam digital ini membutuhkan lebih sedikit komponen.

Cara Membuat Jam Digital SederhanaCara Membuat Jam Digital Sederhana
Dan setelah pengerjaan beberapa hari, saya berhasil membuatnya dibawah ini buktinya!


Cara Membuat Jam Digital Sederhana
 Update!12-SEP-2014 

Jam Digital Tanpa Program
Tampilan dari Depan
Cara Membuat Jam Digital Sederhana
Dari Belakang :) 

Terimakasih telah membaca artikel saya yang berjudul Cara Membuat Jam Digital Sederhana, Semoga anda dapat mengerti tentang cara penyolderan dan bahan2nya alangkah baik jika anda binggung dan tidak tahu anda dapat berkomentar di kotak komentar dibawah!!! ARTIKEL INI HANYA REFERENSI!!!